sedikit seuriues euy!

Maret 20, 2007 at 4:11 pm Tinggalkan komentar

Gerimis masih menetes malam itu. Bandung memang baru saja diguyur hujan lebat. Di antara rinai hujan itu sebuah mobil kijang menerobos masuk ke halaman sebuah gedung. Menepi di samping terasnya. Satu per satu rombongan anak muda, laki-perempuan, keluar dari mobil yang membawanya. Anak-anak band ternyata. Sambil menenteng tas besar masing-masing mereka berjalan menuju ruangan yang telah ditentukan. Seuriues! Kertas bertuliskan spidol hitam terpampang di pintu ruangan itu.

Waktu itu jam delapan lebih. /rif belum juga muncul. Band yang dimotori Andy itu akan tampil menjadi salah satu headliners bersama Jamrud dalam pagelaran Bandung Rock Sensation 2002 di lapangan Gasibu, Bandung . Sementara rombongan Serieus tampak mulai bebenah. Mengganti kostum, memasang wig, dan beberapa diantaranya sibuk di-make up oleh gadis-gadis yang ikut dalam rombongan tadi. Ada keguyuban di sana . Suasana gotong-royong mendukung Candil cs yang ikut menjadi pelengkap dalam hajatan besar tersebut. Dan abracadabra! Anak-anak Seurieus pun berubah. T-shirt dan jeans lusuh diganti kostum model jaman glam-rock. Lengkap dengan aksesorinya.

Tak lama sebelum semuanya siap, para personel /rif (masih bersama Deny-gitar) masuk menerobos gerimis. Setelah bertegur sapa dengan anak-anak Seuriues, Andy cs yang datang sudah dengan dandanan funky-gothic-nya langsung bergegas menuju ruangannya. Sejumlah panitia (liaison officer) sibuk mengurus /rif. Menyiapkan segala keperluan para rockstar Bandung tersebut, seperti umumnya para panitia lain yang sibuk mengurus super star bila akan tampil. Pemandangan wajar yang biasa terjadi di setiap pertunjukan musik.

I Like Monday

Kenangan itu tiba-tiba saja muncul saat menjejakkan kaki di Hard Rock Café Jakarta , kemarin malam (18/09). Malam tadi memang menjadi /rif dan Seurieus menjadi band pamungkas rangkaian acara I Like Monday. Ada yang terasa kontras dengan perisitwa 4 tahun silam di Bandung tersebut. Candil, Koko, Hayam (Erwin), Mulki, Ezy dan Dinar (Seurieus) tak lagi menjadi anak bawang yang tampil mengisi kekosongan menjelang headliners unjuk kebolehan. Justru malam tadi mereka adalah bagian terpenting dari pertunjukan itu sendiri.

Dalam tata-krama dunia pertunjukan, penampilan pamungkas selalu diperuntukkan bagi band atau penyanyi yang memiliki bobot lebih. Dengan kalimat lain, tampil di akhir acara adalah sebuah penghormatan tersendiri.

/rif band rock kugiran yang baru saja merilis album ke- bertajuk Pil Malu itu maju duluan. Setelah tuntas menggelontorkan Peri Kecil yang dicomot dari kantung album terbaru mereka, Radja pun digeber untuk menghangatkan suasana. Di lagu berikutnya tensi pertunjukan merosot terus. Bahkan Joni Esmod yang digelar sebagai lagu ke-8 dalam song list /rif malam itu tak dapat banyak menolong. Berkali-kali Andy meminta penonton berteriak. “Mana teriakannya? ! Ini hardrock loh.. Ayo teriak, yeaah!!!” seru Andy dengan gaya yang khas. Andy adalah salah satu vokalis yang paling komunikatif.

Tampil full team, Andy, Magi, Jikun, Iwan dan Ovy tampil seperti biasa. Bertenaga dan penuh spirit. Jikun dan Ovy silih berganti menggeber distorsi gitarnya. Iwan seperti biasa tak banyak bergerak. Sibuk dengan basnya. Di antara pukulan drumnya, Magi sesekali terlihat melakukan gerak teatrikal di balik drum-set miliknya.

Suasana mulai panas ketika intro Lo Toe Ye dari gitar Jikun mulai terdengar. Titik didih penampilan /rif terjadi ketika No Woman No Cry milik mendiang Bob Marley (1975) dimainkan. /rif memang kurang greget malam itu.

Giliran Seuriues. Empat lagu (Bisa Baca Tulis, Sendiri itu Indah, Jojoba dan Kapan Ku Punya) tidak disambut secara antusias. Baru ketika lagu Izinkan disuarakan Candil, sebagian penonton mulai ikut terlibat. Koor pun terdengar. Terutama di refrain (… Izinkan bertemu musisi rock & roll)

Apanya Dong (Euis Darlia), Rocker Juga Manusia dan Anak Sekolah (Chrisye) benar-benar membuat hard rock bergetar dengan koor penonton. Suara Candil melengking-lengking di antara gema suara pengunjung. Kemudian Musik Jazz yang diusung sebagai lagu pamungkas harus rela menjadi anti-klimaks. Pertunjukan benar-benar ditutup dengan lagu Enter Sandman (Metallica) oleh seluruh personel /rif dan Seurieus.

Secara keseluruhan Seurieus ternyata lebih memikat ketimbang seniornya itu. Harus diakui sejak Lo Toe Yee (2000) /rif tak punya lagi lagu yang benar-benar mampu menohok ulu hati. Seuriues memang relatif lebih aktual. Band ini kembali masuk ke major label di tahun 2003, setelah sebelumnya sempat merilis single Tukang Jamu (Alternatif Plus – 200) dengan album Rock Bang-Get. Dan benar-benar booming di tahun 2004 lewat Rocker Juga Manusia. Seperti kata pepatah, roda selalu berputar. Dan kini lagi giliran Seuriues. (*)

19/09/2006

Entry filed under: resensi. Tags: .

menakar wanita dalam karya yovie widianto laptop

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2007
S S R K J S M
    Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: